Siloam Hospitals Siapkan Model Bisnis Franchise Rumah Sakit bagi Investor

FRANCHISEGLOBAL.COM-Emiten pengelola rumah sakit PT Siloam International Hospital Tbk berencana akan menambah jarinyan rumah sakit baru setiap tahunnya. Untuk itu, Siloam menerapkan model bisnis baru yang disebut Managed Service Model.

Head of Public Relation and Media Relation SILO Jimmy Rambing mengatakan, SILO berencana untuk membangun satu hingga dua rumah sakit baru setiap tahunnya.

Dia menjelaskan, model bisnis Managed Service Model bersifat seperti franchise dimana investor atau pemodal yang ingin membangun rumah sakit.

“Konsepnya adalah untuk investoe yang mau bisnia rumah sakit tetapi tidak tahu seluk beluk manajemennya dapat bekerja sama dengan Siloam sehingga Siloam yang akan me-manage rumah sakit tersebut dengan modal sang investor,” jelas Jimmy.

Perseroan melihat bisnis layanan kesehatan merupakan bisnis yang underpenetrated di Indonesia. Setiap tahun terjadi peningkatan volume pasien dan permintaan untuk layanan kesehatan.

Selain itu, tren kunjungan setelah penurunan kasus Covid-19 bukannya turut menurun namun sebaliknya, sehingga kini banyak pasien rumah sakit yang sudah kembali percaya dan yakin untuk datang ke RS untuk berobat.

“Hal ini dibuktikan dengan volume pasien RS yang terus bertambah,” kata dia.

Sebagai strategi bisnis di tahun ini, Siloam memiliki empat pilar strategi yakni Core Growth, Network Expansion, Clinical Programs, dan Digital Business.

Dalam Core Growth, Siloam melanjutkan fokusnya untuk mengembangkan payer mix dan meningkatkan program loyalitas pasien.

Kemudian melalui Network Expansion, Siloam akan melakukan ekspansi bisnis dan mengoptimalkan asset yang sudah ada.

Dalam strategi Clinical Programs, Siloam juga memfokuskan perhatian ke Centers of Excellence (CoE) nya seperti Onkologi, Kardiologi, Neurologi dan Urologi.

Dalam Digital Business, SILO  juga melakukan investasi besar untuk mendigitalkan perjalanan pasien dengan meluncurkan Electronic Medical Record, digital patient feedback (SOFAS) dan juga pada saluran digital seperti Aplikasi MySiloam dan situs website Siloam.

Dari siai belanja modal, SILO siapkan anggaran belanja modal atau capex sebesar Rp 700 miliar hingga 800 miliar di tahun 2023. Rencananya, capex itu juga akan digunakan untuk pengembangan bisnis dan layanan rumah sakit.

 

DISCLAIMER
FranchiseGlobal.com tidak bertanggungjawab atas segala bentuk transaksi yang terjalin antara pembaca, pengiklan, dan perusahaan yang tertuang dalam website ini. Kami sarankan untuk bertanya atau konsultasi kepada para ahli sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi. Tidak semua bisnis yang ditampilkan dalam FranchiseGlobal.com menerapkan konsep franchise semata, melainkan menggunakan konsep franchise, lisensi, dan kemitraan.

Member of:

Organization Member:

Media Partner:

Our Community: